19 Februari 2020

,

Belum Semua Honorer Miliki NUPTK

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa hadirnya Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 menjadi harapan baru untuk kesejahteraan tenaga honorer di sekolah. Pasalnya, dengan peraturan tersebut tenaga honorer bisa memiliki tambahan insentif hingga maksimal setara UMK.

Meski begitu, ada beberapa persyaratan yang mengharuskan tenaga honorer untuk memperoleh tambahan gaji. Seperti dengan memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK), belum memiliki sertifikat pendidik, dan tercatat dalam data pokok pendidikan per 31 Desember 2019.

Namun dari data Disdikbud Batang, hingga kini dari 1937 tenaga honorer SD baru sekitar 901 diantaranya yang memiliki NUPTK. Sementara dari untuk jenjang SMP 409 honorer baru masuk dapodik.

Kepala Disdikbud Batang, Achmad Taufik SP MSi menjelaskan pihaknya tengah menjupayakan pembuatan NUPTK untuk para tenaga honorer. Pihaknya juga menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan fokus mendata dan menyiapkan persyaratan agar para honorer ini bisa memiliki NUPTK.

“Jadi penerapan Permendikbud ini pun masih membutuhkan waktu dan harus direncanakan sebaik mungkin. Sehingga baru bisa dimulai setidaknya awal tahun ajaran mendatang. Pasalnya saat ini sekolah masih berpedoman pada APBS tahun ajaran 2019/2020. Sehingga ada dua pilihan yang bisa dilakukan, yakni melakukan perubahan APBS 2019/2020, atau memasukkannya mulai anggaran pada tahun ajaran 2020/2021. Namun begitu kita tidak hanya tinggal diam, tetapi juga mempersiapkan agar sekolah segera menyusun Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS) dan juga melengkapi NUPTK bagi yang belum memiliki. Sedang kami upayakan sehingga tahun ajaran mendatang, kebijakan ini bisa diterapkan,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa (18/2/2020)

Lebih lanjut, Disdikbud nantinya akan mempersiapkan proses pembuatan NUPTK untuk tenaga honorer. Pihaknya mengaku kini proses pembuatan NUPTK pun dipermudah lantaran tidak perlu menggunakan SK Bupati, tetapi dapat menggunakan surat penugasan dari dinas. Khususnya bagi mereka yang sudah terverifikasi di Dapodik per 31 Desember 2019.

Paguyuban Tenaga Honorer Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Pagardika) Kabupaten Batang, berharap seluruh honorer di Kabupaten Batang dapat merasakan manfaat kebijakan tersebut. Pasalnya hingga kini masih banyak rekan honorer yang belum memiliki NUPTK.

“Kemarin sudah kami sampaikan kepada dinas terkait syarat penerima dana BOS Reguler salah satunya harus punya NUPTK. Padahal dari teman-teman honorer masih ada dan banyak yang belum punya. Makanya kami mohon kepada dinas supaya segera memfasilitasi para honorer utk mendapatkan NUPTK baik Pendidik maupun tenaga kependidikan,” jelas Ketua Pagardika Batang, Soebono.

Pihaknya pun menyadari ke depan mungkin ada ketidaksamaan gaji yang akan didapatkan dari tambahan BOS Reguler tersebut. Meski begitu rekan honorer mengaku tidak mempermasalahkan. Mereka pun siap menerima tambahan BOS reguler sesuai dengan proporsi kebutuhan BOS reguler di masing-masing sekolah. Hanya saja Pagardika ingin agar kebijakan ini bisa merangkul semua tenaga honorer.

“Mau tidak mau mbak harus kami terima. Karena bagaimanapun juga untuk tambahan dari BOS Reguler ini walaupun sudah ada juknis yang mengatur maksimal hingga 50 persen, namun setiap sekolah memiliki jumlah siswa yang berbeda. Sehingga penerimaan BOSnya pun akann berbeda dan tergantung pada kebutuhan sekolah juga. Bagi sekolah yang jumlah siswa nya sedikit, maka pendapatannya juga kecil, jadi untuk memberi tambahan disesuaikan dengan kondisi/kemampuan keuangan sekolah dan itu tidak sama antara sekolah satu dengan lainnya,” ujarnya.

Berita ini bersumber dari DISDIKBUD KABUPATEN BATANG
Share: