Info PPPK 2019, Info ASN PPPK 2019,

Pada tahun 2018 ribuan guru honor di Kabupaten Kerinci bakal diusulkan menjadi guru kontrak atau dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Sahabat pembaca Info PPPK, sudah tahukah anda bahwa angin segar bagi dua ribu guru honorer yang bertugas diwilayah Kabupaten Kerinci. Pada tahun 2018 ribuan guru honor di Kabupaten Kerinci bakal diusulkan menjadi guru kontrak atau dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Hal ini sesuai dengan kebijakan yang akan dilaksanakan pemerintah pusat melalui kementerian Pendidikan RI beserta pihak badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Kepala Dinas Pendidikan Kerinci, Amri Swarta mengatakan wacana kebijakan pemerintah untuk menjadikan guru honor menjadi guru P3K atau guru kontrak.

Bahkan direncanakan nama guru honorer yang masuk P3K nanti akan diajukan pada Kementerian Pendidikan RI.

"Kita lihat perkembangannya, kini kita masih menunggu keputusan pemerintah. Dimana kini tinggal menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah (PP)," jelasnya

Dia mengatakan pihaknya telah mendata honorer menggunakn data 2016 dengan 2 katagori. Pertama yakni data honorer katagori 2 2005 -2009 sebanyak 300 orang. Kategori kedua honorer 2010 -2017 sebanyak 1.675 orang.

Ketiga honorer K2 TK sebanyak 39 orang.

"Jumlah sekitar 2000 orang Untuk usulan honor ke Apbd, baru tahap wacana kita lihat kmampuan apbd 2018. Sejauh ini kementerian pendidikan sudah mengisyaratkan adanya pembagian dari guru menjadi dua bentuk yang berstatus PNS dan guru berstatus guru kontrak atau guru P3K," jelasnya

Bahkan ada sejumlah sinyal baik dari Kementerian terkait rencana tersebut. Berdasarkan informasi dari Kementerian saat ini prosesnya tinggal menunggu terbitnya PP.

"Kalau PP-nya sudah keluar, berarti guru honor tidak perlu lagi menunggu dana BOS untuk menerima honor. Status saja yang berbeda dengan guru PNS nanti, gaji dan tunjangan sama. Cuma tidak menerima tunjangan pensiun," jelasnya

Saat ini pihaknya masih melaksanakan pendataan terhadap guru honor di Kerinci, sambil menunggu terbitnya PP terkait kebijakan tersebut sekaligus menunggu aturan lebih lanjut dari Kementerian yang memastikan pengangkatan guru honor menjadi guru kontrak.

Beberapa antaranya, seperti bagaimana petunjuk pengangkatannya, termasuk guru honorer mana saja yang memenuhi syarat untuk diusulkan masuk sebagai guru P3K.

"Saat ini walau belum ada kepastiannya, kita tetap melaksanakan pendataan. Jika sudah ada aturannya, kita diminta mengajukan nama guru honorer yang sesuai petunjuk Kementerian baru kita usulkan," jelasnya.

Selain itu Kadiknas mengatakan masih kekurangan guru SD. Dengan rumus hitung guru kelas di SD 6 + 2 guru olah raga dan Agama jadi rerata 8 org setiap SD. Sedangkan untuk guru SMP berdasarkan Rombel dikali jam pelajaran.

Sehingga hasil analisis kebutuhan guru di Kerinci sekitar 750 guru TK,SD dan SMP.

"Hampir setiap bulan guru yang memasuki pensiun 5 -10 orang. Untuk kesejahteraan guru honorer kita wacana untuk menggunakan Apbd. Bila aturannya membenarkan namun saat ini honor hanya dari daba BOS yg dibayar oer triwulan dgn rumus Sekolah negeri 15 persen dan sekolah swasta 50 persen untuk bayar honor guru," bebernya.

Berita ini bersumber dari Tribun Jambi.
Share:

Statistik Blog

Diberdayakan oleh Blogger.