Info PPPK 2019, Info ASN PPPK 2019,

1.910 Tenaga Honorer di Pemprov Bengkulu Akan Diputus Kontrak

Sahabat pembaca Info PPPK, sudah tahukah anda bahwa sebanyak 1.910 tenaga honorer di lingkup Pemprov Bengkulu, akhir Desember 2017 mendatang, akan dilakukan pemutusan kontrak.

"Ada sekitar 1.910 tenaga honorer di lingkup Pemprov Bengkulu, akan kita putus kontraknya pada akhir Desember mendatang. Tenaga honorer sebanyak ini tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemprov Bengkulu," kata Plt Sekda Provinsi Bengkulu, Gotri Suyanto, di Bengkulu, Senin (9/10).

Ia mengatakan, sesuai ketentuan yang berlaku seluruh tenaga honorer di jajaran Pemprov Bengkulu, akan diputus kontrak karena kontrak kerja mereka hanya selama satu tahun.

Selanjutnya tenaga honorer yang diputus kontrak akan dilakukan evaluasi ulang. Bagi honorer yang kinerjanya selama ini baik dan tidak bermasalah kemungkinan kontraknya akan diperpanjang satu lagi.

Sebaliknya bagi honorer yang kinerja buruk tidak akan diperpanjang lagi kontraknya tahun 2018. "Sekarang kita masih menunggu regulasi untuk merekrut pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (P3K) untuk tahun 2018," ujarnya.

Gotri mengakui, Pemprov Bengkulu, saat ini masih kekurangan tenaga sumber daya manusia (SDM), terutama untuk guru dan tenaga kesehatan. Sedangkan untuk tenaga PNS di lingkungan Pemprov Bengkulu, saat ini sudah melebihi dari kebutuhan.

Karena itu, jika masih diperlukan tenaga honorer yang habis kontraknya akan rekrut lagi untuk diperpanjang kontraknya selama setahun ke depan. Gajinya akan dibayar melalui dana APBD Provinsi Bengkulu.

Demikian pula besar gaji yang akan diteruma tenaga honorer kontrak akan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) bersangkutan. "Yang jelas, gaji mereka paling tidak sesuai dengan UMP setempat," ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Bengkulu, Dedy mengharapkan Pemprov setempat, agar tenaga honorer yang habis masa kontraknya sebaiknya diperpanjang lagi kecuali memang kinerjanya jelek.

Namun, bagi tenaga honorer yang kinerja baik dan tenaganya masih dibutuhkan oleh OPD bersangkutan sebaiknya kontraknya diperpanjang. Sebab, jika seluruhnya tidak diperpanjang maka akan menciptakan pengangguran besar di Bengkulu.

"Saya harap Pemprov Bengkulu, harus memikirkan nasib tenaga honorer yang ada di masing-masing OPD. Bagi tenaga honorer yang kinerja bagus sebaiknya kontraknya diperpanjang pada 2018 mendatang," ujarnya.

Hal senada diungkapkan anggota DPRD Provinsi Bengkulu lainnya, Mulyadi Usman. Ia berharap tidak seluruhnya tenaga honorer yang dikontrak 2017 diberhentikan oleh Pemprov Bengkulu. Sebab, mereka sudah sempat mengabdi di Pemprov Bengkulu. Karena itu, bagi tenaga honorer yang kinerja bagus dan tenaga masih dibutuhkan sebaiknya dilanjutkan kontraknya pada 2018.

Sebab, kalau mencari tenaga honorer yang baru, maka habis waktu untuk membinanya. Sedangkan tenaga yang lama langsung siap kerja. "Jadi, kita minta Pemprov Bengkulu, agar tidak memberhentikan seluruh tenaga honor yang ada sekarang akhir Desember nanti, tapi dilakukan evaluasi kembali," ujarnya.

Berita ini bersumber dari Suara Pembaruan.
Share:

Statistik Blog

Diberdayakan oleh Blogger.