Info PPPK 2019, Info ASN PPPK 2019, Pendaftaran PPPK 2019, PPPK 2019 Untuk Umum, Syarat PPPK 2019, Apakah PPPK hanya untuk honorer K2 ?, P3K ASN 2019, Pendaftaran PPPK 2019 Guru, Lowongan PPPK 2019.

Pemerintah melalui BKN memberi 'kode' pelaksanaan seleksi CPNS 2019 akan segera dibuka.

Sahabat pembaca Info PPPK 2019, sudah tahukah anda bahwa teka-teki kapan seleksi calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 setidaknya menemui titik terang.

Pemerintah melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) memberi 'kode' pelaksanaan seleksi CPNS 2019 akan segera dibuka.

Namun, BKN lewat akun Twitter resminya, Senin (15/7/2019) tidak memberi tanggal pasti kapan seleksi CPNS 2019 dibuka.

Meski demikian, BKN juga meminta calon peserta seleksi CPNS 2019 untuk mulai menyiapkan sejumlah dokumen.

Informasi ini diketahui saat akun Twitter BKN merespons komentar netter soal CPNS.

Dalam cuitannya, BKN mengaku telah rindu pada para pejuang CPNS 2019 serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK 2019).

BKN meminta calon peserta menyiapkan jiwa raga serta beberapa dokumen.

Apa saja?

Masih dari cuitan yang sama, dokumen yang harus mulai disiapkan calon peserta adalah scan KTP, Kartu Keluarga (KK), foto, ijazah, hingga transkrip nilai.

BKN juga menulis 'kode' pembukaan seleksi CPNS 2019 dan PPPK 2019 semakin dekat.

"Andai #SobatBKN tahu betapa rindunya kami pada pejuang #CPNS2019 & #P3K2019."
"Ingin rasanya segera bertemu. Siapkan jiwa-raga & dokumen (scan KTP, KK, foto, ijazah, transkrip nilai), krn pertemuan itu kian dekat."
"Jgn tanya kapan, kami ingin segera bertemu," tulis akun BKN.

Selain itu, BKN juga meminta calon peserta tidak perlu bertanya ke sana-ke mari.

Sebab, hingga saat ini, pemerintah belum membuka seleksi CPNS 2019.

BKN juga meminta masyarakat mengikuti cuitan dari BKN.

Pasalnya, proses pengadaan CPNS 2019 dan PPPK 2019 bersifat terbuka alias tidak rahasia.

"Tak perlu tanya sana sini, Kak."
"Sampai saat ini Pemerintah belum membuka seleksi #CPNS2019. Ikuti terus twit kami krn pengadaan ASN (baik #CPNS2019 maupun #P3K2019) bersifat terbuka, TIDAK RAHASIA," tulis akun BKN.

Sebelumnya, BKN juga membuat cuitan tentang instansi yang tidak mengadakan pengadaaan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahun ini.

Sebab, sejumlah instansi tersebut tak kunjung mengunggah kebutuhan ASN 2019 pada eFormasi hingga 12 Juli 2019.

Padahal, pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PARB) telah memberikan perpanjangan waktu terkait pengajuan formasi.

Sayangnya, tidak disebutkan instansi mana saja yang tidak mengunggah kebutuhan ASN 2019 pada eFormasi.

"Sesuai dg surat Kemenpan RB no. B/751, instansi yg tidak mengunggah kebutuhan ASN 2019 pada eFormasi s.d. 12 Juli 2019 dianggap tidak melaksanakan pengadaan ASN tahun ini."
"Sudah diberi perpanjangan waktu tapi tidak dimanfaatkan? Ok, the show must go on," tulis BKN.


Sumber berita : BANGKAPOS.COM.
Share:

Pemda Rampung Ajukan Formasi, Penerimaan CPNS 2019 Siap Dibuka

Sahabat pembaca Info PPPK 2019, sudah tahukah anda bahwa Badan Kepegawaian Negara (BKN) memastikan seluruh instansi di daerah sudah mengajukan formasi pegawai mereka untuk tes CPNS tahun ini. Proses sempat terhambat karena cukup banyak daerah yang tak mengajukan formasi.

Akibatnya, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengedarkan surat perpanjangan waktu bagi instansi untuk mengajukan formasi dan analisis jabatan hingga Jumat, 12 Juli 2019, kemarin.

"Nah mengapa diberi kesempatan lagi? Karena ternyata sampai batasan akhir usulan bulan Juni itu masih ada 30 persenan, kira-kira, instansi pusat dan daerah yang belum melakukan pengajuan formasi. Dengan surat ini maka, jika sampai Jumat kemarin tidak melakukan pengisian usulan kebutuhan ASN maka dianggap tidak melaksanakan (penerimaan ASN)," ujar Kepala Biro Humas BKN M. Ridwan kepada Liputan6.com, Minggu (14/7/2019).

Menurut Ridwan, banyaknya daerah yang tidak mengajukan formasi CPNS karena ada prioritas lain atau kecukupan anggaran, seperti karena 50 persen APBD sudah untuk gaji ASN.

Pihak BKN sendiri belum mendapatkan data mengenai berapa daerah yang mengajukan formasi CPNS. Sebelumnya diperkirakan ada 207.748 formasi untuk pemerintah daerah.

Rinciannya adalah CPNS untuk umum sebanyak 62.249 formasi dan sekolah kedinasan 75 formasi. Lalu ada PPPK dan honorer sebanyak 143.424 formasi.

Sementara, Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PANRB, Mudzakir menyebut kementeriannya masih melakukan pendataan jumlah formasi. "Saat ini data sedang direkap lagi setelah perpanjangan masa pengusulan," ucap Mudzakir.

Berita ini bersumber dari Liputan6.
Share:

Pemprov Bali Usulkan 2.100 Formasi PPPK

Sahabat pembaca Info PPPK 2019, sudah tahukah anda bahwa Pemerintah Provinsi Bali telah mengusulkan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB) sebanyak 2.100 formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk direkrut pada 2019.

"Formasi PPPK nanti diarahkan ke tenaga fungsional, terutamanya yang paling banyak dibutuhkan untuk tenaga akuntansi, IT, tenaga yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur (arsitek), hingga tenaga-tenaga di bidang adat dan budaya, di samping tenaga guru dan kesehatan," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Bali Ketut Lihadnyana, di Denpasar, Rabu (10/7).

Selain mengajukan formasi untuk PPPK, Pemprov Bali juga mengajukan usulan rekrutmen 600 CPNS. "Usulan CPNS maupun PPPK sudah ditandatangani Pak Gubernur dan sudah pula disampaikan ke Kemenpan-RB," ujarnya.

Lihadnyana mengatakan usulan PPPK maupun CPNS cukup banyak karena memang selama ini jumlah PNS yang pensiun dengan PNS yang diterima tidak seimbang.

"Banyak sekali kepala seksi yang bahkan tidak memiliki staf teknis, padahal untuk staf tertentu seperti pengurus barang atau bendahara haruslah tenaga ASN, tidak boleh tenaga kontrak," katanya.

Pihaknya mendorong agar tenaga-tenaga kontrak di lingkungan Pemprov Bali yang jumlahnya sekitar 7.000-an itu dapat mengikuti seleksi PPPK maupun CPNS yang nantinya seleksinya menggunakan metoda CAT (computer assisted test). "Kami harapkan agar dapat menyiapkan diri dengan baik karena tesnya memakai CAT. Meskipun sudah menjadi tenaga kontrak, tidak akan ada skala prioritas karena kelulusannya berdasarkan hasil CAT nanti," ucapnya.

Hingga saat ini, tambah Lihadnyana, aturan teknis mengenai rekrutmen tersebut belum turun. Tetapi pihaknya menginginkan agar usia PPPK yang direkrut diberikan kelonggaran maksimal hingga 45 tahun.

Seleksi PPPK selain diharapkan dapat diikuti oleh tenaga kontrak Pemprov Bali, juga dapat diikuti masyarakat umum, sepanjang memenuhi kualifikasi persyaratan yang dibutuhkan.

Lihadnyana memperkirakan formasi yang disetujui Kemenpan-RB akan turun sekitar Oktober, sehingga sekitar bulan November-Desember 2019 baru akan dilaksanakan seleksinya.

Berita ini bersumber dari Nusa Bali.
Share:

Ini Informasi Proses Penerimaan CPNS 2019

Sahabat pembaca Info PPPK 2019, sudah tahukah anda bahwa Pemerintah kembali bakal membuka lowongan ratusan ribu Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019. Angka tersebut terdiri dari PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K). 

Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyebutkan proses dan jadwal  seleksi CPNS dan P3K 2019 akan dibuka pada Oktober ini. BKN nanti akan menyampaikan informasi seluruhnya termasuk petunjuk-petunjuk teknisnya. 

Pada periode kedua penerimaan tahun ini,  pemerintah akan menerima  sebanyak 253.173 orang sesuai dengan kebutuhan intansi. Baik di tingkat pemerintah pusat maupun daerah.

Soal ujian akan diganti 
BKN menyampaikan, proses seleksi CPNS dan P3K tahun ini serupa dengan seleksi periode sebelumnya. Hanya saja ada beberapa yang berubah atau diganti, yakni Soal Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). 

Pasalnya soal-soal tersebut yang dianggap tidak valid sehingga harus diganti dengan naskah soal lainnya. 

Pada penerimaan kali ini, untuk seleksi P3K akan lebih awal dilaksanakan yang sekitar Agustus ini. Sedangkan untuk CPNS berlansung pada Oktober mendatang. 

Karena itu BKN hingga saat ini terus mempersiapkan segala keperluan ya g dibutuhkan. Termasuk formasi kebutuhan pegawai di pemerintah pusat maupun daerah. Apalagi, BKN sudah meminta instansi terkait untuk menyampaikan usulan kebutuhan pegawainya.

Sementara, besaran pegawai yang akan diterima secara umum ialah 253.173 orang terdiri dari sejumlah posisi.

7 tahapan proses seleksi 
Pada penerimaan CPNS dan P3K 2019, disebutkan BKN ada sekitar tujuh tahapan yang harus dilalui pelamar dalam proses menjadi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN). Mulai proses pengumuman secara umum hingga pemberkasan/dilantik. 

Tahapan demi tahapan ini, sudah diatur detail dalam peraturan pemerintah. Yaitu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor  49 tahun 2018 tentang Manajemen PPPK. 

Adapun rincian tahapan prosesnya sebagai berikut:
- Pengumuman penerimaan CPNS dan PPPK secara umum 
- Pendaftaran online di laman sscasn.bkn.go.id. 
- Pengumuman Seleksi Administrasi 
- Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) 
- Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) 
- Pengumuman Kelulusan 
- Pemberkasan (telah resmi jadi ASN)

Semua proses pendaftaran berbasis online 
BKN menegaskan semua proses penerimaan CPNS dan P3K kali ini dilakukan secara online. Tidak yang dilakukan melalui cara konvensional atau manual dalam prosesnya. 

Mulai dari pendaftaran, penyerahan berkas, dan hingga pengumuman kelulusan pelamar.

Hingga kini pihak BKN belum bisa menyampaik detail tahapan demi tahapan yang harus dilalui para pelamar tanggal demi tanggal. Namun yang pertama kali yang akan dilakukan BKN ialah mengumumkan penerimaan CPNS dan PPPK secara umum.

Pelamar diprediksi capai 6 juta orang 
BKN memprediksi pelamar atau pendaftar CPNS dan P3K 2019 diprediksi lebih banyak dibandingkan pada tahap I tahun lalu. Angkanya diperkirakan antara 4 juta sampai 6 juta orang seluruh Indonesia. 

Besaran jumlah PNS dan P3K yang akan diterima tersebut sesuai masukan dan usulan dari Menkeu dan pertimbangan teknis BKN. Sehingga jumlah itu menjadi batas maksimal yang bisa diterima. 

Penentuan jumlah besaran PNS dan P3K sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS. Sebelumnya, Kepala Biro Humas BKN Muhammad Ridwan, mengatakan terkait proses dan jadwal seleksi CPNS 2019 akan dibuka pada Oktober ini. Pihaknya akan menyampaikan petunjuk teknisnya sesegera mungkin kepada masyarakat. 

"Kemarin, pak Menpan RB sudah statement, bahwa penerimaan CPNS kemungkinan besar di Oktober," kata Ridwan dihubungi Kompas.com, Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Berita ini bersumber dari Kompas.
Share:

Rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahap II akan segera dibuka.

Sahabat pembaca Info PPPK 2019, sudah tahukah anda bahwa Rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahap II akan segera dibuka. Rencanannya, pembukaan pegawai setara Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini akan dibuka pada Agustus 2019.

Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Muhammad Ridwan mengatakan, pembukaan tenaga PPPK tahap kedua akan dilakukan terlebih dahulu sebelum pendaftaran CPNS 2019. Kebutuhan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mendesak dan menjadi prioritas Pemerintah menjadi salah satu alasan diselenggarakannya rekrutmen P3K.

“Nampaknya yang PPPK tahap dua dulu yang akan didahulukan kemarin kan tahap pertama,” ujarnya, Senin (8/7/2019).

Adapun sistem pendaftaran PPPK akan dilakukan secara terintegrasi melalui portal nasional Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) via sscasn.bkn.go.id. Meskipun begitu, belum diketahui kapan masyarakat bisa mulai mengakses portal ini

Selanjutnya untuk proses seleksi akan menggunakan sistem seleksi Computer Asissted Test (CAT) Ujian Nasional Berbasis Komputer Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Mengenai persyaratan, jika melihat tahap pertama, khusus THL Penyuluh, Dosen PTN Baru, serta eks Tenaga Honorer Kategori II (eks THK-II) untuk jabatan Guru (termasuk Guru Kemenag), Tenaga Kesehatan, Penyuluh Pertanian khusus yang ada dalam database BKN tahun 2013 dan memenuhi persyaratan Peraturan Perundang-Undangan, salah satunya usia pelamar P3K maksimal 1 tahun sebelum batas usia pensiun pada jabatan yang akan dilamar.

Kemudian kualifikasi pendidikan minimal S-1 dan masih aktif mengajar sampai saat ini. Untuk guru diwajibkan untuk masih aktif mengajar hingga saat inj.

Sementara untuk Tenaga Kesehatan mempunyai kualifikasi pendidikan minimal D-III bidang Kesehatan dan mempunyai STR yang masih berlaku (bukan STR internship), kecuali untuk Epidemiolog, Entomolog, Administrator Kesehatan, dan Pranata Laboratorium Kesehatan mempunyai kualifikasi pendidikan D-III/S-1 Kimia/Biologi.

Sementara untuk Penyuluh Pertanian mempunyai kualifikasi pendidikan minimal SMK bidang Pertanian atau SLTA plus sertifikasi di bidang pertanian.

Nantinya mereka yang lolos akan dikenakan masa hubungan kerja paling singkat 1 tahun dengan perpanjangan berdasarkan pada pencapaian kinerja dan kebutuhan instansi sesuai PP No. 49 Tahun 2018.

Perolehan gaji untuk P3K pada Instansi Pusat dibebankan pada APBN dan untuk P3K di Instansi Daerah dibebankan pada APBD serta dapat menerima tunjangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Sementara itu, aturan teknis dari PP No. 49 tahun 2018 akan diteruskan melalui Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan Peraturan BKN.

Berita ini bersumber dari Okezone
Share:

Penerimaan Pegawai Setara PNS Tahap II Dibuka Paling Lambat September 2019

Sahabat pembaca Info PPPK 2019, sudah tahukah anda bahwa Pemerintah akan kembali membuka penerimaan pegawai setara dengan pegawai negeri sipil (PNS) atau yang disebut Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Syafruddin mengatakan penerimaan PPPK selanjutnya yang disebut tahap II akan dilakukan paling lambat pada September mendatang.

"PPPK tahap pertama sudah, untuk PPPK tahap II akan dilakukan setelah 17 Agustus atau bulan 9 (September)," katanya saat ditemui di Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (2/7/2019). 

Untuk menjadi PPPK, berdasarkan Peraturan Pemerintah No 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK/ P3K akan terbuka peluang bagi kalangan profesional, diaspora, hingga eks tenaga honorer. PPPK sendiri dapat mengisi jabatan fungsional (JF) dan jabatan pimpinan tinggi (JPT). 

PPPK sekaligus menjadi tempat bagi honorer yang telah mengabdi kepada negara selama puluhan tahun. Adapun hingga saat ini, PPPK bagi tenaga honorer masih diprioritaskan untuk guru, tenaga kesehatan, dan penyuluh pertanian

Menurut PP 49/2018, batas pelamar PPPK terendah adalah 20 tahun, sedangkan yang tertinggi adalah satu tahun sebelum batas usia jabatan tertentu.

Pada penerimaan PPPK tahap I diketahui ada dua tahapan seleksi yang harus diketahui, yakni seleksi administrasi dan kompetensi. Pelamar yang telah dinyatakan lulus seleksi pengadaan PPPK, wajib mengikuti wawancara untuk menilai integritas dan moralitas sebagai bahan penetapan hasil seleksi.

Berita ini bersumber dari Detik Finance.
Share:

BKN: Belum Ada Tanggal Pasti Penerimaan CPNS dan PPPK

Sahabat pembaca Info PPPK 2019, sudah tahukah anda bahwa masyarakat diminta bersabar menunggu pengumuman resmi pembukaan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019. Pasalnya hingga saat ini belum ada kepastian tanggal mengenai penerimaan para Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut.

Kepala Biro Humas BKN, Mohammad Ridwan menyatakan banyak sekali faktor yang berada di luar kendali Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) yang juga menjadi penentu waktu penerimaan CPNS dan PPPK akan dibuka.

"Itu tanggalnya belum. Karena banyak sekali faktor yang harus dilihat dan itu berada di luar Panselnas," ujar dia di Jakarta, Minggu (23/6/2016).‎

Salah satu faktornya, lanjut Ridwan, yaitu soal pengajuan kebutuhan pegawai dari masing-masing kementerian dan lembaga (K/L) serta pemerintah daerah (Pemda).

"Misalnya, 623 K/L dan pemerintah daerah itu harus memasukan kebutuhan pegawainya pada minggu ke-2 bulan ini, saya belum tahu sampai minggu ke-3 sekarang apakah sudah 623 atau baru 326. Jadi banyak sekali faktor di luar Panselnas yang sangat teknis. Panselnas bukan satu-satunya pemilik proses dari seleksi CPNS ini," jelas dia.

Namun demikian, lanjut Ridwan, jika nantinya Panselnas sudah siap untuk menggelar penerimaan CPNS dan PPPK serta sudah ditentukan tanggal pembukaan penerimaannya, maka akan diumumkan secara luas kepada masyarakat.

"Itu yang menyebabkan belum ada tanggal atau rundown yang sangat detail. Tetapi begitu ada dari Panselnas keluar, pasti dari Menteri PANRB, Kepala BKN itu akan menyampaikan secara terbuka. Mungkin melalui konferensi pers," tandas dia.

Berita ini bersumber dari Liputan6.
Share:

Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara Secara Nasional Tahun Anggaran 2019

Sahabat pembaca Info PPPK 2019, sudah tahukah anda berapa besar Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara Secara Nasional Tahun Anggaran 2019, informasinya dapat anda baca di Tweet BKN dengan alamat Url https://twitter.com/BKNgoid/status/1136650901886660614

Berikut ini isi dari status twitter BKN RI :

Masih ingat Kepmen PANRB 12/2019 ttg Kebutuhan Pegawai ASN Secara Nasional T.A. 2019? Ini dia rinciannya.

#CPNS2019 #P3K2019

#BKNSemangatUntukNegeri
#ReformasiBirokrasiBKN


Share:

Statistik Blog

Diberdayakan oleh Blogger.